Daftar Tari Tradisional Indonesia Terpoluer dari Seluruh Daerah

Indonesia memiliki tari tradisional yang beragam dan menarik.

Selain kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, tari tradisional juga mengandung banyak pesan, sehingga sering diajarkan di sekolah.

Berikut adalah rangkuman tarian adat dari seluruh Daerah di Indonesia.

Tari Seudati – Aceh

Tari seudati adalah tarian yang beraeal dari Nanggroe Aceh Darusealam. Kata seudati berasal dari kata syahadatain atau syahadatain yang artinya pengakuan bahwa ”Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Syair tari seudati akan membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit melawan penjajahan. Pada zaman penjajahan Belanda, tarian ini dilarang, tetapi sekarang tari seudati menjadi kesenian nasional Indonesia.

Tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Timur. Tari seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama. Selain itu ada dua orang penyanyi sebagai pengiring tari.

Jenie tarian ini tidak menggunakan alat musik, tetapi hanya membawakan beberapa gerakan seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah dan petikan jari. Gerakan tereebut mengikuti irama dan tempo lagu yang dinyanyikan.

tari tradisional seudati aceh

Busanatari seudati ini adalah oelana panjang dan kaoe oblong lengan panjang yang ketat.

Keduanya berwarna putih, kain songket yang dililitkan sebatas paha dan pinggang, rencong yang dililitkan di pinggang, ikat kepala berwarna merah yang diikatkan di kepala, dan sapu tangan yang berwarna.

Tari Rampai – Aceh

Tari rampai Aceh berasal dari Aceh.

tari rampai aceh

Para pemuda-pemudi biasa menari rampai Aceh dengan posisi duduk berbaris yang mengandalkan gerakan kepala, badan, dan tangan di dalam ritme musik yang dinyanyikan oleh penari seoara harmoni.

Iramanya bernuansakan agama Islam. Tarian ini ditarikan untuk pertunjukan keagamaan.

Tari Maengket – Sulawesi Utara

Tari maengket ditarikan seoara berpasangan antara pria dan wanita. Diperlukan sekitar 20 pasang atau lebih untuk menarikan tarian ini sambil bernyanyi khas daerah dan diiringi musik bedug.

Tari ini ditarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan tari pergaulan yang dilakukan berpasangan yang menggambarkan kasih sayang. Tari maengket ditarikan setelah panen hasil kebun.

tari maengket sulawesi utara

Pada zaman dahulu, tari ini ditarikan dalam berbagai kesempatan atau dalam pertandingan.

Tari maengket adalah tari tradisional dari Minahasa dari zaman dulu yang sampai saat ini masih berkembang. Tari maengket sudah ada di Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian.

Pada zaman dahulu, tari maengket hanya dimainkan pada waktu panen padi dengan gerakan-gerakan yang sederhana tetapi sekarang tari maengket telah berkembang dalam bentuk dan tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syairnya.

Tari Lenso – North Sulawesi

Tarian lenso berasal dari Minahasa. Tari ini menoeritakan tentang seorang pemuda Minahasa yang menoari jodoh atau seorang istri.

Lenso atau selendang adalah perantara dalam tarian ini, yaitu seorang pemuda akan memberikan lenso atau selendang Kepada wanita yang akan dilamarnya.

tari lenso north sulawesi

Lenso atau selendang ini akan menjadi jawaban diterima atau tidaknya lamaran tersebut.

Apabila lenso atau selendang tersebut dibuang, berarti lamarannya ditolak, tetapi jika lenso atau selendang tersebut diterima, berarti lamaran pemuda tersebut diterima oleh wanita yang dilamarnya.

Saat ini, tari lenso sering ditarikan saat penerimaan tamu atau acara resmi dari pemerintah.