Teori Musik Dasar: Nada dan Irama Beserta Simbol-simbolnya

Pada saat mendengar sebuah lagu, yang pertama menarik perhatian kita adalah nada-nada yang dinyanyikan atau dimainkan oleh alat musik dan iramanya.

Jika lagunya sudah dikenal, secara spontan kita terbawa oleh alunan lagu tersebut.

nada dan irama

Ada yang ikut bersenandung menirukan nada dari lagu tersebut. Ada yang hanya menggerakkan badan mengikuti iramanya. Mungkin ada juga hanya menikmatinya dalam hati.

Pada saat membaca sebuah teks lagu atau karya musik kita dihadapkan pada sederetan nada atau not, tanda-tanda atau simbol-simbol musik, kata-kata (musik vokal), dan sebagainya.

Semua itu adalah alat yang dipakai penulis lagu agar orang lain dapat mempelajari lagu tersebut sesuai yang dikehendaki oleh sang penulis.

Dengan telinga, kita mendengar nada dan irama musik yang dimainkan. Dengan mata kita dihadapkan pada serangkaian nada yang ditulis berdasarkan pola irama tertentu beserta tanda-tanda atau simbol-simbol musik lainnya.

Melodi

Sebuah lagu, baik vokal maupun instrumental, merupakan alun bunyi teratur yang diseb ut nada. Nada djtulls menggunakan tanda yang disebut titi nada atau not.

Dengan merangkaikan sederetan nada bersama-sama, akan dihasilkan sebuah melodi. Rangkaian nada tersebut dlbunylkan dengan irama tertentu.

Melodi bukanlah sembarang rangkaian nada. Melodi merupakan nada-nada yang diatur secara indah dengan menggunakan pola irama tertentu sehingga enak untuk dlnyanyikan dan dldengarkan.

Jarak antara nada yang satu dan lainnya ada yang berdekatan atau bahkan urut.

contoh melodi

Irama atau Ritme

Di dalam lagu, selalu klta temukan adanya pertentangan bunyi antara bagian yang berat (bertekanan) dan bagian yang ringan (tidak bertekanan).

Pertentangan bunyi tersebut selalu terulang (kembali) secara teratur mulai dari awal hlngga akhir sebuah lagu inilah yang disebut irama atau ritme.

Birama

Sebuah lagu juga berlangung dalam waktu yang tertentu. Waktu yang diperlukan bagi sebuah lagu terbagi atas bagian-bagian yang sama.

Setiap bagian yang pendek-pendek itu juga telah mempunyal irama yang lengkap. Artinya, ada bagian yang berat (bertekanan) dan ada bagian yang ringan (tak bertekanan).

Bagian pendek inilah yang disebut birama. Tiap-tiap birama dlbatasi oleh garis-garis tegak yang disebut garis-garls birama.

contoh birama

Tanda Birama atau Tanda Sukat

Di dalam tiap birama tcrdirl atas bebcrapa bagian yang disebut bagian birama. Di dalam praktik, sebuah bagian birama diberi waktu satu pukulan atau satu ketuk.

Banyaknya pukulan yang ada dalam setiap birama bergantung pada tanda birama dari lagu tersebut. Iadi, tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama.

tanda birama

Jumlah ketukan ditunjukkan oleh tanda birama yang berupa angka pecahan.

Misalnya: 2/4, 3/4 , dan 4/4. Pembilang menunjukkan Jumlah ketukan, sedangkan penyebut menunjukkan mulai titik nada.

Peranan Ketukan Pertama

Setiap ketukan dalam birama memiliki arti pentlng. Ketukan pertama merupakan ketukan yang paling kuat.

Biasanya dengan mengetahul ketukan pertama kita dapat menentukan tanda birama dari sebuah lagu yang sedang didengar.

ketukan pertama

Latihan

Latihan ini bertujuan mendorongmu mempraktikkan irama secara tepat dan konsisten. Selain itu, kamu diharapkan menyadari pengaruh irama terhadap corak atau jenis lagu.

Menerapkan pola irama 4/4 pada lagu Indonesia Pusaka (Klik untuk melihat not).

Kecepatan tempo Moderate yaitu kecepatan sedang, antara 100-110 ketukan per menit. Perhatikan ketukan agar nada fis dibunyikan secara benar.

Tempo irama dijaga agar stabil. Jika menggunakan alat musik organ atau keyboard, sebagai variasi gunakan irama slow rock.

Tempo

Sebuah karya musik dimainkan atau dinyanyikan dengan kecepatan tertentu yang sudah ditentukan oleh pengarangnya.

Dalam musik kecepatan memainkan atau menyanyikan sebuah lagu disebut tempo. Ada lagu yang temponya lambat, sedang, atau cepat. Lagu-lagu sedih biasanya dinyanyikan dengan tempo lambat.

Sebaliknya, lagu-lagu gembira dinyanyikan dengan cepat dan penuh semangat. Musik atau lagu untuk santai biasanya dinyanyikan atau dimainkan dengan tempo sedang.

Agar pemain atau penyanyi bisa mengetahui kecepatan sebuah lagu, sang komponis, atau pengarang lagu biasanya memberi catatan tentang tempo lagu yang digubahnya. Dengan kata lain, pengarang menentukan kecepatan ketukan dasar dari lagu yang dikarangnya.

Ketukan dasar itu sama dari ketukan yang satu ke ketukan yang lain. Ketukan dasar ini berlaku mulai dari awal hingga akhir lagu.

Akan tetapi, sebuah lagu yang dinyanyikan dengan tempo yang sama dari awal hingga akhir tentu akan sangat membosankan. Agar lagu tidak membosankan dan monoton, pada bagianbagian tertentu dilakukan perubahan tempo.

Perubahan ini biasanya hanya berlangsung sebentar karena tempo dikembalikan lagi ke tempo semula.

Yang perlu diperhatikan, perubahan tempo pada sebuah lagu tidakhanya untuk menghindari kebosanan. Akan tetapi, perubahan tempo diperlukan dalam rangka mengekspresikan seni karya musik tersebut.

Perubahan tempo bisa terjadi perlahan-lahan, tetapi bisa juga secara mendadak. Artinya, ada bagian lagu yang kecepatannya ditambah atau dikurangi sedikit demi sedikit. Ada juga penambahan atau pengurangan tempo berlangsung cepat.

Menentukan Tempo Lagu

Ada dua cara yang umumnya digunakan oleh pengarang lagu atau karya musik untuk menentukan tempo. Cara pertama menggunakan angka metronom.

Cara kedua menggunakan istilah atau kata-kata yang menentukan tempo.

Menggunakan Tanda Metronom

Tanda melronom diberikan dalam bentuk angka yang menunjukkan jumlah ketukan per menit, misalnya MM 2 60.

MM singkatan dari maelzel melronom. Maelzel adalah pembuat alat metronom. Alat tersebut diciptakan untuk menentukan ukuran atau kecepatan mutlak suatu lagu.

penulisan tanda metronom
Penulisan tanda metronom

Menggunakan Tanda Tempo

Istf‌lah tempo adalah kata atau kata-kata yang dipakai komponis untuk menentukan kecepatan lagu yang digubahnya.

Berbeda dengan metronom, istilah-istilah tempo yang dipergunakan, misalnya lambat, sedang, cepat bersifat relatif. Seberapa cepat sebuah lagu biasanya tergantung pada beberapa hal.

Misalnya, sulit tidaknya sebuah lagu, apakah ada perubahan tempo atau tidak, dan pemainnya sudah mahir atau belum.

Istilah-istilah tempo umumnya djtulis menggunakan bahasa Italia. Namun, ada juga yang ditulis dalam bahasa lain sesuai bahasa yang djgunakan penulis lagu.

tanpa tempo
Tanda tempo yang umum digunakan

Tanda Perubahan Tempo

1. Mengurangi kecepatan

mengurangi kecepatan tempo

2. Menambah kecepatan

menambah kecepatan tempo

3. Kembali ke tempo semula

kembali ke tempo semula

Tempo lagu ditulis di awal lagu. Sebaliknya, perubahan tempo ditulis tepat di bagian lagu yang mendapat perubahan tempo.

Sebagai ilustrasi, lihat lagu Bagimu Negri.

Tanda Ulang

Kadang-kadang dalam sebuah lagu kita menjumpai bagian-bagian yang harus diulang. Daripada menulis kembali bagian lagu yang harus diulang, digunakanlah tanda ulang.

Ada beberapa macam tanda ulang.

tanda ulang
  1. Lagu dimulai dari A ke B dan diulang lagi dari A ke B, kemudian dilaniutkan ke C.
  2. Lagu dimulai dari A sampai C, kemudian diulang dari B sampai C.
  3. Lagu dari A sampai D (kotak I), kemudian diulang dari B sampai C (kotak I dilompati), dan Iangsung ke kotak H E terus ke F.

Latihan

1. Bambu Runcing

Pada lagu ini tidak ada catatan tentang tempo. Keterangan gagah merupakan tanda pernyataan jiwa bagaimana lagu harus dinyanyikan.

Lagu bertema perjuangan harus dinyanyikan secara gagah, temponya bisa menggtmakan tempo berbaris atau Mars.

Prosedur

Latihan diawali dengan mempelajari notasi lagu. Setelah lagu diketahui, latihan dilanjutkan dengan perhatian khusus pada ritme.

  1. Tekanan kuat diberikan pada ketukan pertama (tanda panah).
  2. Ketukan kedua tanpa tekanan (lembut). Hal ini berlaku untuk setiap birama mulai dari awal hingga akhir lagu.

Lagu dinyanyikan dengan bersenandung diiringi ketukan ritme pada meja atau tempat lain yang sesuai.

Lagu dinyanyikan tanpa ketukan ritme. Perhatikanlah! Sebaiknya, salah satu di antara kamulah yang menjadi dirigen.

Gunakan alat pengiring jika ada!

Iika ada rekaman lagu tersebut, baik juga diputarkan dan ikut lah bemyanyi.

1. Gugur Bunga

Lagu “Gugur Bunga” bertema perjuangan, berbeda dengan kedua lagu sebelumnya. Perbedaan itu kelihatan dari tanda tempo dan pernyataan jiwa atau ekepresi yang diberikan oleh pengarang yaitu Andante Maestoso.

Tempo lagunya sedang, tidak cepat, dan juga tidak lambat. Harus dinyanyikan secara agung atau mulia.

Cara penulisan tanda tempo yang digabung bersama tanda pernyataan jiwa seperti itu adalah cara yang umum dipakai oleh pengarang lagu.

Cara inilah yang sering dipakai untuk menyampaikan kepada para pemusik atau penyanyi bagaimana sebuah lagu atau karya musik harus dimainkan atau dinyanyikan.

Pada lagu ini terdapat tanda ulang (:||) dan dua tanda kotak. Setiap kotak bertuliskan huruf RomaWi I dan II.

Pelaksanaanya sebagai berikut:

Bait pertama dinyanyikan sampai pada tanda ulang yang di atasnya terdapat kotak dengan tulisan romawi I: . . . ”hamba ditinggal sendiri”.

Kemudian, kembali ke awal untuk menyanyikan bait kedua.

Setelah sampai pada kata . . . pemb ela bang . . . lagu diteruskan ke kotak dengan tuh’san Romawi II yang berisi lanjutannya yaitu -sa sejati. Kotak dengan tulisan romawi I dilewati.