Seni Rupa – Tentang Pengertian, Unsur, Jenis dan Fungsinya

Posted on

Dalam kehidupan sehari hari, sadar tidak sadar kita tidak pernah terlepas dari yang namanya seni rupa. Berbicara mengenai seni, seni itu sangat luas.

Lantunan musik, pertunjukan tari, lukisan, anyaman bambu, patung, hingga kursi dan meja semuanya adalah seni.

Setelah sebelumnya kita sudah membahas mengenai seni tari, kali ini kita akan membahas salah satu bidang seni lainnya yaitu seni rupa.

seni rupa

Pengertian Seni Rupa

Sebelum membahas lebih jauh mengenai seni rupa tentunya salah satu hal penting yang perlu kita ketahui yaitu apa sih yang dimaksud dengan seni rupa.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. (wikipedia)

Selain pengertian seni rupa di atas, beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian seni rupa.
Berikut ini beberapa pengertian seni rupa menurut para ahli :

Akhdian Karta Miharja

“Seni ialah kegiatan rohani yang mereflesikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunyai untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya.”

Alexander Baum Garton

“Seni ialah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif serta menjadikan setiap orang yang melihat atau mendengarnya merasa bahagia.”

Coorig hartong

“Seni rupa adalah seni yang menjadi sebuah bentuk untuk pengekspresian diri dan emosi yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh banyak orang.”

Drs. Popo Iskandar

“Seni ialah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.”

Emmanuel Kant

“Seni ialah suatu impian yang tidak bisa direalisasikan dengan rumus-rumus tertentu.”

Haukin

“Seni rupa sebagai ekspresi jiwa seseorang yang di imajinasikan pada sebuah bentuk indah yang diungkapkan dan dapat dinikmati oleh orang dalam pertunjukan atau pameran seni.”

J.J Hogman

“Kesenian adalah sesuatu yang mempunyai unsur ide, aktifitas, dan artefak.”

Kamala devi chattopadhayaya

“Seni rupa adalah sebuah desakan ekspresi diri pada sebuah bentuk yang menjadikan seseorang mampu untuk meluapkan apa yang sedang dirasakannya sehingga mampu dirasakan banyak orang yang melihat karya tersebut.”

Ki. Hajar Dewantara

“Seni ialah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa perasaan manusia.”

La Mery

“Seni rupa adalah penglihatan ekspresi secara simbolis dalam wujud dan bentuk yang lebih tinggi dan akan lebih indah yang dinetralisir menjadi sebuah wujud indah sebagai bentuk pengekspresian diri dan emosi.”

Leo Tolstoy

“Seni ialah ungkapan perasaan pencipta yang lalu diungkapkan pada orang lain dengan harapan agar mereka bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh penciptanya.”

Plato dan Rousseau

“Seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.”

Prof. Drs. Suwaji Bastomi

“Seni ialah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.”

Sussane K langer

“Seni rupa adalah sebuah bentuk karya manusia yang indah yang dapat dinikmati dengan rasanya oleh orang lain melalui bentuk indah tertentu.”

Unsur Unsur Seni Rupa

Sebuah karya seni rupa tidak akan tercipta tanpa adanya beberapa unsur-unsur seni rupa di dalamnya. Lantas apa saja unsur-unsur seni rupa?

Berikut ini unsur-unsur seni rupa, yaitu sebagai berikut:

1. Titik

Unsur seni rupa yang pertama yaitu titik. Titik merupakan unsur pertama dan utama dalam sebuah karya seni rupa.
Unsur paling kecil dan merupakan dasar dari unsur lainnya yang dapat membentuk sebuah karya seni rupa.

2. Garis

Setelah titik, unsur seni rupa berikutnya yaitu garis dimana garis menjadi sebuah unsur seni rupa yang menggabungkan unsur titik di atas.

Dalam suatu bidang, ruang, benda, warna dan lainnya, unsur garis ini berfungsi sebagai batasan ataupun goresan.
Garis juga dibagi menjadi tiga macam yaitu:

  • Garis menurut jenisnya (garis panjang dan pendek, garis horizontal dan vertikal, diagonal, lengkung, patah-patah, dan lainnya).
  • Garis menurut kesannya yaitu sebuah garis dihasilkan dari berbagai jenis-jenis garis yang digunakan dalam suatu simbol.
  • Garis berdasarkan wujudnya yaitu dimana sebuah garis memiliki bentuk dengan karakteristik nya masing-masing. Garis berdasarkan wujudnya terbagi menjadi dua yaitu garis semu yakni sebuah garis yang dihasilkan karena perbedaan warna pada dua benda atau lebih. Garis nyata yaitu sebuah garis yang terbentuk dari sebuah coretan.

3. Bidang

Unsur ketiga seni rupa yaitu bidang. Beberapa garis yang digabungkan akan membentuk sebuah sisi dan sisi-sisi inilah yang akan membentuk sebuah bidang dalam sebuah karya seni rupa.

Jadi, bidang adalah sekumpulan garis-garis yang digabungkan dan dikembangkan menjadi berbagai bentuk sisi.

4. Bentuk

Sebuah karya seni rupa tidak akan tampak hidup tanpa adanya unsur seni rupa yang satu ini yakni unsur bentuk.
Bentuk ini yang menciptakan berbagai karakter, detail dan ciri khas dalam setiap hasil karya seni rupa. Sehingga dengan unsur bentuk ini sebuah karya seni rupa nampak sempurna.

5. Ruang

Unsur seni rupa berikutnya yaitu ruang. Selain garis, ruang juga memiliki sifat semu dan nyata. Namun sifat semu dan nyata ini tentunya memiliki makna yang berbeda dengan sifat semu dan nyata pada unsur garis.

Ruang dengan sifat semu dapat kalian lihat pada karya seni dua dimensi. Dimana karya seni dua dimensi ini nampak memiliki ruang namun sebenarnya tidak memiliki ruang di dalamnya sehingga dapat dikatakan semu.

Untuk memberikan kesan ruang dalam karya seni dua dimensi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan membuat gambaran berbentuk gempal, penggunaan warna gelap terang serta perspektif, lengkungan dan belokan sebuah bidang, tekstur dan penggunaan bayangan.

Sedangkan untuk ruang bersifat nyata sendiri dapat dilihat pada berbagai karya seni rupa tiga dimensi.

6. Warna

Warna merupakan salah satu unsur seni rupa yang tidak kalah penting. Selain menciptakan kesan indah, penggunaan warna dalam karya seni rupa juga memberikan efek kesan bentuk dan ruang.

Setiap warna memiliki arti dan makna tersendiri. Bahkan warna yang digunakan dalam karya seni menggambarkan suasana hati ataupun tema dari setiap karya yang dibuat.

Warna merupakan unsur penting yang menjadikan sebuah hasil karya seni lebih indah. Perpaduan warna pada sebuah karya seni itu relative dan tergantung dari sang pembuat karya. Perpaduan warna akan memberikan sebuah gambaran dari seninya, apakah sedang berada dalam suasana hati yang senang sedih dan lain sebagai nya.

7. Tekstur

Unsur seni rupa yang ketujuh yaitu tekstur. Tekstur dalam karya seni rupa yaitu keadaan ataupun sifat dalam sebuah bidang atau benda.

Tekstur pun memiliki terbagi menjadi dua macam yaitu tekstur semu dan tekstur nyata. Yang dimaksud dengan tekstur semu yaitu apabila sebuah bidang atau pun benda ketika diraba teksturnya tidak sesuai dengan apa yang dilihat.

Begitupun sebaliknya, tekstur nyata adalah apabila permukaan pada benda atau bidang dalam karya seni rupa ketika diraba sesuai dengan apa yang dilihat.

8. Gelap terang

Unsur terakhir yang tidak kalah pintar dalam sebuah karya seni rupa yaitu gelap terang. Unsur gelap terang ini menggunakan berbagai gradiensi warna serta intensitas cahaya sehingga menghasilkan kesan gelap terang .

Sebuah karya seni rupa akan tampak terang apabila intensitas cahaya tinggi. Sebaliknya akan tercipta objek yang gelap ketika intensitas cahaya nya rendah.

Macam Macam Seni Rupa

Seni rupa memiliki berbagai macam atau jenis baik berdasarkan wujudnya, fungsinya serta massanya. Berikut ini macam-macam seni rupa yaitu sebagai berikut:

1. Macam-macam seni rupa berdasarkan fungsinya

Jika dilihat berdasarkan fungsinya, seni rupa ini terbagi menjadi dua macam yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni adalah sebuah karya seni dimana karya seni ini hanya dapat dinikmati keindahannya saja.

Tidak hanya itu seni rupa murni sendiri memiliki fungsi memberikan rasa kepuasan batin bagi seniman untuk menuangkan segala imajinasi, ide dan ekspresi yang ada dalam diri seniman tersebut.

Beberapa contoh karya seni rupa murni yaitu lukisan, poster, sketsa, ilustrasi, patung, relief dan lain-lain.

Sedangkan untuk seni rupa terapan sendiri merupakan sebuah karya seni rupa yang tidak hanya dapat dinikmati keindahannya saja tapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi daripada seni rupa terapan sendiri selain sebagai bentuk ekspresi diri tapi juga sebagai kebutuhan pokok, kebutuhan social serta sarana adat, kebudayaan dan agama.

Contoh karya seni rupa terapan yaitu seperti berbagai macam furniture, kerajinan tangan, anyaman bambu dan masih banyak yang lainnya.

2. Macam-macam seni rupa berdasarkan wujudnya

Macam atau jenis seni rupa berdasarkan wujudnya juga secara umum terbagi menjadi dua yaitu karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi.

Karya seni dua dimensi adalah sebuah karya seni yang hanya dapat dilihat satu arah serta hanya memiliki ukuran panjang dan lebar.

Tidak hanya itu, karena ukurannya yang hanya memiliki panjang dan lebar, tentunya karya seni dua dimensi ini hanya dapat dilihat dari depan seperti lukisan, poster, sketsa, ilustrasi.

Sedangkan untuk karya seni rupa tiga dimensi yaitu karya seni rupa yang memiliki ukuran tidak hanya panjang dan lebar tapi juga tinggi sehingga memiliki ruang atau volume di dalamnya.

Jika karya seni rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari depan, berbeda dengan karya seni rupa tiga dimensi yang dapat dilihat dari arah mana saja.

3. Macam-Macam Seni Rupa Berdasarkan Massanya

Macam atau jenis seni rupa jika dilihat berdasarkan massanya terbagi menjadi tiga macam yaitu seni rupa tradisional, seni rupa modern dan seni rupa kontemporer.

  • Seni rupa tradisional merupakan sebuah karya seni yang ada pada masa lampau dimana dalam proses pembuatannya baik itu pola atau pun aturannya masih sangat kaku dan harus mengikuti bentuk aslinya. Kata tradisional dalam sebuah seni baik itu seni tari, seni music hingga seni rupa memiliki cirri yang sama yaitu aturannya masih begitu pakem. Sehingga hasil karya seni tradisional ini dari dulu hingga kini sama baik itu pola maupun coraknya.
  • Seni rupa modern yaitu seni rupa yang berkembang setelah masa seni rupa tradisional. Pada masa seni rupa modern ini tentunya dalam hal pembuatan karya seni tidak lagi dibatasi dengan aturan-aturan yang begitu kaku dan pakem. Terdapat unsur kreativitas di dalamnya sehingga menghasilkan karya seni rupa yang lebih baru. Terdapat ide ide yng inovatif sehinga menjadikannya lebih berbeda dari yang sebelumnya dan dari yang lainnya.
  • Tidak hanya berhenti pada masa seni rupa modern, seni rupa pun terus berkembang hingga di masa seni rupa kontemporer. Pada seni rupa kontemporer ini tentunya karya seni rupa yang dihasilkan jauh lebih fresh dan menarik. Dimana setiap seniman bebas menuangkan setiap idenya yang begitu kreatif dan kekinian sehingga setiap seniman tentunya menghasilkan karya seni rupa dengan ciri khas masing-masing.

Fungsi Seni Rupa

Seni rupa memiliki berbagai macam fungsi, mulai dari fungsi untuk diri sendiri atau individu hingga fungsi sosial. Untuk lebih jelasnya, akan kami jelaskan satu persatu.

1. Fungsi Individu

Fungsi individu dalam seni rupa terbagi menjadi dua yaitu sebai pemenuhan kebutuhan fisik serta sebagai pemenuhan kebutuhan sosial.

a. Fungsi Kebutuhan Fisik

Salah satu fungsi adanya karya seni rupa tentunya yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Terutama dalam hal ini yaitu seni rupa terapan dimana benda yang dihasilkan memberikan kenyamanan contohnya yaitu pakaian , bangunan atau hunian dll.

b. Fungsi Pemenuhan Kebutuhan Emosional

Fungsi individu lainnya dalam seni rupa yaitu berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan emosional. Berbagai aktivitas sehari-hari, suka, duka, bahagia, marah menjadi diri manusia membutuhkan media sebagai media untuk melampiaskan maupun memenuhi kebutuhan emosional.

Fungsi seni rupa sendiri menjadi alat bagi para seniman atau bahkan manusia biasa untuk meluapkan segala emosi nya melalui sebuah karya seni. Sehingga tidak heran jika setiap karya seni yang terbuat memiliki tema yang beragam baik itu yang mencerminkan perasaan duka, lara, bahagia hingga ceria.

2. Fungsi Sosial

Selain fungsi individu, seni rupa juga memiliki fungsi sosial. Dalam fungsi sosial ini terbagi menjadi tiga yaitu fungsi sosial bidang komunikasi, pendidikan hingga bidang rohani.

a. Fungsi Sosial Bidang Komunikasi

Pada hakekatnya selain memiliki sifat individualism, setiap manusia tetap tidak bias hidup sendiri sehingga manusia merupakan makhluk sosial. Dalam hidup bersosial, komunikasi merupakan salah satu alat penting untuk berhubungan dengan manusia lainnya.

Dunia yang begitu luas dengan berbagai Negara di dalamnya tentunya memiliki berbagai macam alat komunikasi yakni bahasa yang berbeda. Namun salah satu alat komunikasi yang dapat dimengerti semua orang yaitu salah satunya seni. Banyak seniman yang menjadikan berbagai hasil karya seni sebagai bahasa universal seperti lukisan, puisi dan lain lain.

b. Fungsi Sosial Bidang Pendidikan

Seni tak melulu soal indah, estetik ataupun menarik bahkan lebih daripada itu. Selain berfungsi sebagai media komunikasi, sebuah seni memiliki fungsi penting yakni dalam bidang pendidikan. Seni mengandung banyak makna, edukasi dan setiap cerita yang terkandung dalam seni memberikan nilai moral yang mendidik.

c. Fungsi Sosial Bidang Rohani

Tidak hanya bidang pendidikan, seni juga memberikan fungsi sosial dibidang rohani. Setiap seni itu memberikan kesan keindahan dan salah satu pakar seni berpendapat bahwa segala keindahan itu bersumber dari Tuhan. Itu sebabnya seni memiliki fungsi dan nilai rohani.

Selain berbagai fungsi seni di atas, masih banyak sekali fungsi seni diantara nya yaitu sebagai berikut :

  1. Menciptakan dan memberikan nilai estetik atau keindahan sehingga semua orang yang melihatnya dapat menikmatinya
  2. Memberikan kepuasan batin bagi para seniman dalam mengungkapkan segala ekspresi dan ide. Tidak hanya itu seni juga memberikan kepuasan batin bagi para penikmat seni itu sendiri
  3. Seni menjadi media penyampaian nilia nilai kebudayaan
  4. Seni khususnya seni terapan dapat memenuhi berbagai perlengkapan kehidupan sehari hari yan dibutuhkan oleh manusia
  5. Berfungsi untuk mengenang suatu kejadian atau peristiwa tertentu melalu benda atau alat seni
  6. Dijadikan sebagai sebuah sarana rohani atau ritual keagamaan.

Konsep Seni Rupa

Berbicara mengenai konsep seni rupa, terdapat beberapa kategori yang termasuk ke dalam konsep seni rupa yaitu diantaranya hakekat seni rupa, aspek seni rupa serta ragam seni rupa.

Untuk memahami macam-macam konsep seni rupa, berikut ini akan dijelaskan satu per satu.

1. Hakekat Seni Rupa

Setiap daerah memiliki ciri tersendiri baik dari segi sosial, budaya, ekonomi. Perbedaan hal tersebut tentunya menciptakan perbedaan pula pada setiap seni yang berkembang pada setiap daerah. Sehingga setiap Negara, setiap daerah memiliki ragam seni yang berbeda sesuai dengan hakekatnya masing-masing.

2. Aspek-Aspek Seni Rupa

Selain hakekat seni rupa, yang termasuk ke dalam konsep seni rupa yaitu aspek-aspek seni rupa. Di dalam aspek-asepek seni rupa dibagi menjadi wujud dan isi, media, pokok soal, material serta teknik.

a) Wujud dan isi

Tampilan visual dalam karya seni rupa merupakan sebuah wujud yang menjadi wadah pada seni rupa itu sendiri. Sedangkan isi daripada karya seni rupa itu sendiri yaitu apa yang ada di dalam karya seni rupa tersebut. Isi dari seni rupa itu sendiri mengandung berbagai aspek gagasan, ekspresi dan ide dari para seniman. Wujud dan isi ini saling bergantung antar satu sama lain.

b) Media

Yang dimaksud dengan media pada aspek seni rupa yaitu wadah atau sarana dalam kerya seni rupa untuk memberikan penyampaian pesan atau makna yang terkandung pada setiap karya seni rupa.

c) Pokok Soal

Selain media, salah satu yang termasuk ke dalam aspek seni rupa yaitu pokok soal. Poko soal sendiri memilki arti sebagai media yang memberikan gambaran dari setiap karya seni rupa yang disajikan.

d) Material

Berbagai bahan yang digunakan untuk membuat karya seni rupa ini dimaksud sebagai material.

e) Teknik

Setiap seniman dalam membuat karya seni nya menggunakan teknik nya sendiri. Yang dimaksud teknik disini yaitu cara yang dilakukan oleh seniman dalam membuat karya seni.

3. Ragam Seni Rupa

Konsep seni rupa berikutnya yaitu ragam seni rupa. Beberapa jenis seni rupa sendiri termasuk ke dalam ragam seni rupa. Ragam seni rupa dapat dibagi berdasarkan objek, tema serta wujudnya.

Ragam seni rupa berdasarkan objeknya contohnya karya seni rupa dengan objek manusia, hewan ataupun tumbuhan. Untuk ragam seni berdasarkan tema nya yaitu tema kemanusiaan, kebebasan dll. Sedangkan jika berdasarkan wujudnya bias dibagi menjadi karya seni dua dimensi dan tiga dimensi.

Prinsip Seni Rupa

Selain beberapa konsep seni rupa di atas, terdapat juga beberapa prinsip seni rupa yang menjadikan karya seni rupa menjadi suatu bentuk yang nampak menyatu dan sempurna.

Kesatuan

Prinsip pertama yang ada pada seni rupa yaitu kesatuan. Prinsip kesatuan dalam seni rupa berfungsi untuk menampilkan sebuah ungkapan dari sebuah karya seni rupa dimana prinsip kesatuan ini terdiri dari berbagai unsure seni rupa yang disatukan menjadi satu bentuk.

Prinsip kesatuan ini ada karena beberapa unsur yaitu ritme, keseimbangan serta keselarasan. Dari berbagai unsur ini terjalin menjadi kebulatan, kesatuan sebuah gagasan dan konsep dalam karya seni rupa.

Keseimbangan

Tidak hanya prinsip kesatuan, prinsip keseimbangan menjadi salah satu prinsip yang sangat penting dalam sebuah seni. Berbagai unsure seni diletakkan dan diatur sedemikian rupa sehingga di dapat keseimbangan dimana tidak terjadi ketimpangan melainkan antar bagian seimbang dan tidak berat sebelah.

Salah satu contoh penerapan prinsip keseimbangan misalnya dalam sebuah karya seni tiga dimensi, efek tiga dimensi ini terlihat seimbang dan Nampak begitu nyata karena unsure garis, warna hingga bentuknya diatur sedemikian rupa.

Terdapat dua jenis prinsip keseimbangan yakni prinsip keseimbangan formal atau disebut juga keseimbangan simetris. Dan yang kedua yaitu sebaliknya yakni prinsip keseimbangan nonformal atau asimetris.

Keseimbangan simetris yaitu prinsip dimana setiap bagiannya satu sama lain selalu sama dengan sifat yang statis. Sedangkan untuk keseimbangan asimetris sendiri memiliki arti yang berbanding terbalik tentunya yakni keseimbangan dimana antar bagiannya tidak sama namun tetap memiliki keseimbangan dan bersifat dinamis.

Penekanan/Aksen

Prinsip seni rupa berikutnya yaitu penekanan atau aksen. Prinsip penekanan yaitu cara pengaturan untuk mengarahkan beberapa unsure seni rupa seperti pengaturan ukuran, posisi, pengaturan warna yang digunakan sehingga menciptakan daya tarik tersendiri yang mampu menjadi perhatian dari karya seni tersebut. Prinsip penekanan atau aksen ini juga sering disebut dominasi.

Proporsi

Selain penekanan, prinsip seni rupa lainnya yaitu proporsi. Proporsi atau biasa disebut ukuran perbandingan adalah cara mengatur ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya untuk menciptakan bentuk yang serasi. Seperti hal nya panjang pendek, besar kecil, tinggi rendah serta luas sempit merupakan termasuk ke dalam proporsi. Contohnya dalam sebuah lukisan ada perbandingan antara objek satu dengan bagian lainnya.

Keselarasan / Harmoni

Satu lagi prinsip seni rupa yang tidak kalah penting yaitu keselarasan atau harmoni. Yang dimaskud dengan prinsip harmoni disini yaitu segala unsur yang dibuat ada atau digunakan dalam karya seni rupa memiliki keserasian antara bagian satu dengan bagian lainnya.

Keselarasan dalam karya baik dari segi bentuk atau warna biasanya menghasilkan karya seni yang tidak hanya indah atau estetik tapi juga enak dipandang. Misalkan sebuah lukisan watercolor berwarna biru muda akan lebih indah jika digabungkan dengan warna pastel lainnya seperti ungu muda, atau pun merah muda daripada jika digabungkan dengan warna warna yang mencolok seperti warna merah atau kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *